Usai PHK Massal, Pabrik Garmen Ini Panggil Balik Karyawannya

Cover Topik, Fokus PHK Massal Puma

PT Tuntex Garment yang memproduksi pakaian untuk brand kenamaan dunia seperti Nike dan Puma, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.163 pegawainya. Tak lama berselang, perusahaan kembali menarik sebagian pegawainya yang sudah terkena PHK itu.

“Yang tinggal hanya 40 pekerja untuk membereskan pekerjaan administrasi,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang Desyanti kepada CNBC Indonesia, Selasa (4/4/2023).

Padahal, sejak 31 Maret lalu pabrik yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang ini sudah tidak lagi melakukan produksi. Namun, masih ada sebagian administrasi yang memerlukan banyak orang untuk bisa segera diselesaikan.

“Mereka sebetulnya sudah terkena PHK tapi dipekerjakan kembali dalam pekerjaan PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu) sampai selesai. Mungkin dipekerjakan PKWT 6 bulan – 1 tahun tergantung kebutuhan dari perusahaan, karena butuh administrasi dan lain-lain perlu dibereskan,” kata Desyanti.

Meski sudah terkena PHK namun ia memastikan, pekerja tetap mendapatkan haknya bahkan perusahaan menambah besarannya.

“Terkait pesangon sesuai UU, bahkan ada tambahan kompensasi, THR (Tunjangan Hari Raya) diberi sesuai UU (Undang-undang), 1 bulan gaji dan ada tambahan THR, pekerja 1-5 tahun ditambah 20% gaji. Pekerja 5 tahun ke atas ditambah 40% dari gaji. Jadi semua hak pekerja diberi sesuai UU,” pungkas Desyanti.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*