Pemerintah AS Selamatkan Nasabah Tapi Tak Bailout Investor

US Treasury Secretary Janet Yellen speaks during a meeting on the sidelines of the G20 summit in Jimbaran on the Indonesian resort island of Bali on November 14, 2022. (Photo by SONNY TUMBELAKA / AFP) (Photo by SONNY TUMBELAKA/AFP via Getty Images)

Regulator keuangan dan perbankan AS melakukan langkah-langkah darurat untuk membendung potensi limpahan dari keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB) yang ambruk secara cepat pada akhir pekan lalu, termasuk langkah-langkah untuk mendukung semua deposan.

Pada Minggu (12/3) malam waktu setempat para regulator, yaitu Menteri Keuangan Janet Yellen, Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan ketua lembaga penjamin simpanan AS Federal Deposit Insurance Corp (FDIC) Martin Gruenberg mengumumkan sebuah upaya.

Mereka mengatakan bahwa deposan di SVB akan memiliki akses ke semua uang mereka pada hari Senin.

“Setelah menerima rekomendasi dari dewan FDIC dan Federal Reserve, dan berkonsultasi dengan presiden, Sekretaris Yellen menyetujui tindakan yang memungkinkan FDIC untuk menyelesaikan resolusi Silicon Valley Bank, Santa Clara, California, dengan cara yang sepenuhnya melindungi semua deposan,” kata mereka.

“Deposan akan memiliki akses ke semua uang mereka mulai Senin, 13 Maret. Tidak ada kerugian yang terkait dengan resolusi Silicon Valley Bank yang akan ditanggung oleh pembayar pajak.”

The Fed mengatakan akan menyediakan dana tambahan bagi bank untuk memastikan mereka memiliki “kemampuan untuk memenuhi kebutuhan semua deposan” melalui “Program Pendanaan Berjangka Bank” yang baru, yang akan menawarkan pinjaman hingga satu tahun kepada bank yang menjanjikan pinjaman AS. sekuritas treasury, sekuritas berbasis hipotek dan agunan lainnya.

Janet Yellen menegaskan tidak ada opsi bailout dalam upaya menyelamatkan Silicon Valley Bank (SVB). Pemerintah dan otoritas keuangan kini tengah menyiapkan sejumlah upaya penyelamatan SVB, termasuk dengan mencari investor baru ataupun menjual aset mereka. Namun, bailout bukan opsi.

Yellen menggelar rapat mendadak pada akhir pekan lalu, setelah SVB kolaps pada Jumat (10/3/2023).

Bank yang berdiri pada 1983 tersebut kolaps hanya 48 jam setelah berencana mengumpulkan dana sebesar US$ 2,25 miliar untuk menambah suntikan modal.

“Selama Krisis Keuangan, ada banyak investor dan pemilik dari bank besar yang dibailout. Reformasi sudah dilakukan dan berjalan pada tempatnya. Kami tegasan jika kami tidak akan melakukan bailout lagi,” tutur Yellen, berbicara dalam program “Face the Nation” CBS, dikutip dari CNBC International.

Yellen mengatakan sistem perbankan saat ini sudah tangguh untuk menghadapi krisis seperti SVB.

“Sistem perbankan Amerika sudah sangat aman dan memiliki cukup modal. Sistem sudah tangguh,” imbuhnya.

Dia menambahkan fokus pemerintah dan otoritas lain saat ini adalah memenuhi hak-hak nasabah. “Kami akan fokus kepada nasabah dan pada upaya untuk memenuhi hak dan kebutuhan mereka,” ucap Yellen.

Sebagai catatan, pada Krisis Keuangan 2008/2009, kongres AS mensyahkan aturan Emergency Economic Stabilization Act of 2008. Aturan tersebut mengizinkan otoritas keuangan untuk melakukan bailout sebesar US$ 700 miliar kepada bank-bank yang bermasalah.

SVB ditutup pada Jumat pekan lalu dan kini tengah dalam pengawasan kurator. Bank yang banyak membiayai dan menyimpan dana startup serta venture capital tersebut memiliki aset senilai US$ 209 miliar atau sekitar Rp3.228,1 triliun.

Mereka juga memiliki simpanan nasabah sekitar US$175,4 miliar atau sekitar Rp 2.709,1 triliun per akhir 2022. Dengan aset sebesar itu, SVB merupakan bank dengan aset terbesar ke-16 di AS.

SVB diperparah dengan banyaknya nasabah dan investor yang menarik dananya. Hingga Kamis (9/3/2023), penarikan modal dari SVB menembus US$ 42 miliar atau Rp 648,69 triliun.

Dalam aturan Lembaga Penjamin Simpanan AS (FDIC), simpanan yang dijamin mereka hanya US$ 250.000 atau sekitar Rp 3,86 miliar.

Data FDIC memperkirakan 89% dari simpanan SVB tidak bisa dijamin karena sebagian besar dari mereka adalah kalangan bisnis yang menaruh dana dalam jumlah besar.

Menyusul krisis SVB, Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga sudah turun tangan dengan berbicara bersama Gubernur California Gavin Newsom pada Sabtu (11/3).

Pihak gedung putih mengabarkan, dalam perbincangannya, mereka banyak membahas terkait kegagalan Silicon Valley Bank dan upaya untuk mengatasi situasi tersebut.

“Presiden dan Gubernur berbicara tentang Silicon Valley Bank dan upaya untuk mengatasi situasi tersebut,” kata pernyataan itu tanpa menjelaskan lebih lanjut, dikutip dari Reuters, Minggu (12/3/2023).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*