Masbro Capybara Disebut Ikan oleh Vatikan, Ini Alasannya

A capybara pup (Hydrochoerus hydrochaeris) born on January 1 is pictured at the Cali zoo, in Cali, Colombia, on January 6, 2023. (Photo by JOAQUIN SARMIENTO / AFP) (Photo by JOAQUIN SARMIENTO/AFP via Getty Images)

Capybara atau babi air sempat viral di internet lantaran banyak dijadikan meme. Hewan pengerat terbesar di dunia ini mendulang popularitas setelah beredar sebuah video yang membelihatkannya berdiri di punggung buaya dengan santai.

Alhasil, netizen menamainya ‘masbro’ karena tingkahnya yang unik dan kalem di situasi mencengangkan. Meski penampakannya berbulu, namun hewan ini dapat berenang dengan lihai di perairan.

Vatikan menganggap capybara masuk dalam spesies ikan, dikutip dari Iflscience, Kamis (2/3/2023).

Menurut laporan, capybara mampu menahan nafas selama 5 menit di dalam air. Hewan asal Amerika Selatan ini juga gemar tidur siang di air atau sepanjang tepi sungai.

Tak heran jika Vatikan menganggapnya sebagai jenis ikan. Capybara suka dengan suhu dingin air dan memiliki kaki berselaput.

Wajahnya yang ramping membantu capybara berenang di air dengan cepat, sehingga bisa menghindar dari hewan pemangsa. Kendati demikian, capybara bukanlah ikan melainkan hewan pengerat.

Alasan Vatikan menyebut capybara sebagai ikan

Lantas, mengapa Vatikan melabeli capybara sebagai ikan? Menurut Iflscience, hal ini mirip ketika California mengklasifikasikan lebah sebagai ikan pada tahun lalu.

Alasan California adalah untuk memberikan perlindungan hukum pada lebah seperti yang dimiliki ikan. Namun, hal ini berbeda dari alasan Vatikan.

Iflscience menyebut Vatikan melabeli capybara sebagai ikan agar bisa dimakan sebagai sajian dalam perjamuan Pra Paskah. Di abad pertengahan, memakan daging hewan tertentu tak diizinkan selama Pra Paskah.

Jika capybara disebut sebagai keluarga ikan, maka umat Katolik kala itu boleh memakannya selama 40 hari dalam periode Pra Paskah. Vatikan meresmikan status capybara sebagai ikan pada 1784.

“Kebanyakan orang berpikir bahwa larangan tersebut membedakan antara hewan mamalia, burung, dan ikan. Sebenarnya, larangan itu tentang hewan darat dan hewan air,” kata sejarawan Dolly Jorgensen.

“Hewan yang menghabiskan waktunya di air memenuhi syarat sebagai spesies akuatik dan dapat dimakan selama masa Pra Paskah,” ia melanjutkan.

Capybara bukan satu-satunya hewan yang disebut ikan. Berang-berang juga disebut Vatikan sebagai ikan dan dapat dimakan oleh umat Katolik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*